Video summary

Nyobain Kipas Laptop dari 100 Ribuan sampai 3 JUTA ?| Gimmick apa Emang Dingin ?!

Main summary

Key takeaways

Product Review

Ringkasan Produk: Cooling Pad Laptop (berbagai merek/tipe)

Video ini membahas dan menguji beberapa cooling pad dari berbagai merek (Fantech, Rexus, Cooler Master) untuk menjawab:

  • Apakah cooling pad memang bikin laptop lebih dingin
  • Model/fitur apa yang paling berpengaruh

Fokus utamanya bukan sekadar “yang paling banyak kipas”, melainkan kesesuaian desain aliran udara dengan ventilasi laptop, performa yang diukur, serta kebutuhan pengguna (desain vs portabilitas vs performa).


Kenapa Cooling Pad Dibutuhkan (Inti Pembahasan)

  • Laptop punya lubang intake di bawah dan exhaust untuk membuang panas.
  • Karena intake berada di bawah dan jarak ke meja/basis kecil, aliran udara masuk minim.
  • Upaya seperti angkat belakang (ergolift) (contoh Asus) disebut lebih cocok untuk laptop kerja (TDP rendah).
  • Untuk laptop gaming/performa tinggi, cooling pad dianggap solusi yang lebih relevan.

Namun, cooling pad tidak boleh dipilih asal:

  • Ukuran jangan terlalu besar atau terlalu kecil (mempengaruhi kecocokan intake/posisi).
  • Kecepatan/arah hembusan juga berpengaruh—kalau terlalu kencang atau arahnya tidak tepat, bisa mengganggu airflow sehingga panas tidak keluar efektif.

Metode Penilaian

Penilaian dibagi menjadi 4 kategori:

  1. Design (unggulan dari sisi tampilan & build)
  2. Portability (ringan & mudah dibawa)
  3. Unik/Different (berani beda, meski tidak selalu terbaik)
  4. Best Performance (uji performa terukur dengan benchmark)

Laptop uji

  • Disebut Asus TUF/Strix (teks menyebut “Asus … gaming f15”).
  • Kondisi: lama, sering throttle, thermal paste jarang diganti.
  • Tujuan: dipakai untuk “ditorture” agar efek pendinginan terlihat jelas.

1) Kategori Design (Pemenang)

Juara 1: Cooler Master Notep X3 — Rp 409.000

  • Body tebal & kokoh, terasa “kelas high”.
  • 1 kipas besar di tengah + exhaust dibuat seperti “jet engine”.
  • Memberi kesan “gaming laptop look”.

Juara 2: Rexus DK Frost FP04 — Rp 399.000

  • Material metal, kokoh.
  • Ergonomis: bisa diatur tinggi & tilt, bahkan bisa untuk tablet.
  • 1 kipas tengah RGB dengan 10 mode.
  • Menonjol dari sisi estetika/setup PC.

Juara 3: Fantech NC30 — Rp 379.000

  • Metal full ergonomis; finishing lebih “tenang” dan rapi.
  • Fan grill bagus, lebih neat.
  • Kipas detachable (lepas pasang pakai magnet).
  • Lebih murah dibanding dua juara sebelumnya.

2) Kategori Portability (Pemenang)

Tiga model dipilih sebagai opsi ringan/compact.

Juara 1 (portability): Cooler Master NotePal X Elite 2

  • 0,7 kg, tebal 2,8 cm
  • Harga: Rp 259.000

NotePal CMC3 (keunggulan mobilitas)

  • Tebal 5 cm, tetap mudah dibawa
  • Kipas 20 cm
  • Berat: 0,55 kg
  • Harga: Rp 125.000

Juara (light & thin): Din/NotePal I100 (Cooler Master)

  • Tebal 2,3 cm (paling tipis)
  • Kaki adjustable
  • Berat: 0,69 kg
  • Harga: Rp 195.000

3) Kategori “Unik / Berbeda” (Catatan Efektif / Tidak)

Black Hole X10 (blower, bukan kipas) — Rp 249.000

  • Unik karena memakai blower, ruang tengah kosong, keluaran angin dari dua sisi belakang.
  • Kontra penting: intake berada di belakang.
    • Jika laptop gaming buang panasnya juga di belakang, cooling pad ini bisa menyedot udara panas lalu menyemprotkannya lagi.
    • Akibatnya: kurang efektif.
  • Saran: pakai hanya jika exhaust laptop tidak di bagian belakang.

Snowbriis X13 — Rp 357.000

  • Klaim 13 kipas + RGB + full rotating + layar kecil untuk setting.
  • Ada penyangga tinggi.

Icer / “Iceer” X11 (Peltier/Thermoelectric) — Rp 335.000

  • Inovasi: Peltier di tengah + 4 kipas di sisi kiri/kanan.
  • Kelemahan performa (menurut penilaian):
    • Base bawah dominan plastik → konduktivitas buruk
    • Kontak ke komponen laptop tidak seketat HP (ada gap) → transfer panas kurang maksimal
  • Verdict: ide brilian, tetapi dinilai kurang efektif.

4) Kategori Best Performance (Benchmark & Skor)

Benchmark yang disebut:

  • 3DMark (Time Spy)
  • Ada juga bagian dengan “Score” untuk 3DMark/Sandbox lainnya (teks agak berantakan, tetapi intinya: skor naik dan suhu turun lebih baik dibanding lainnya).

Juara 1 (paling dingin & skor tertinggi): Fantech NC12 — Rp 114.000

  • Hanya 2 kipas (kiri & kanan) dengan adjustable base untuk memaksimalkan airflow.
  • Hasil (angka dari teks):
    • Skor: sekitar 7,594 (disebut “dari 23”) dan 5,437 (Time Spy)
    • Suhu:
      • Maks ~98°C
      • Rata-rata CPU ~80°C
      • GPU ~60°C
  • Klaim: skor lebih tinggi daripada 17 cooling pad lainnya.

Juara 2: Cooler Master NotePal XL2 — Rp 259.000

  • “Tenang” (hanya 1 kipas 14 cm di tengah).
  • Skor: 7,582 dan 5,000+ 444 (Time Spy ~5,044 menurut teks).
  • Suhu:
    • CPU rata-rata ~76°C
    • Time Spy disebut lebih rendah sekitar ~2°C (teks tidak sepenuhnya jelas)
  • Inti: performa kompetitif dan condong lebih “ending” di sisi CPU.

Juara 3 (paling “cool” untuk yang diuji): Cooler Master Ergo Stand Light/Lightweight — Rp 459.000

  • Skor: sampai 7,716 dan Time Spy ~5,443.
  • Suhu disebut “di 8x°C” (teks tidak rapi), posisi di tengah.
  • Dinilai super high performance, tetapi lebih mahal.

Catatan harga vs performa

  • Lebih worth mengejar performa maksimal tanpa harus bayar sampai 1 juta.
  • Model ~459 ribu dianggap lebih masuk akal dibanding opsi termahal.

Pros (yang Disebut / Tersirat)

  • Cooling pad bisa membantu, tetapi hasil tergantung:
    • posisi airflow vs ventilasi laptop,
    • ukuran pad,
    • arah/kecepatan hembusan.
  • Nilai lebih per aspek:
    • Design: Cooler Master Notep X3, Rexus DK Frost FP04, Fantech NC30
    • Portability: NotePal X Elite 2, CMC3, I100
    • Inovasi: blower & Peltier (dengan trade-off)
    • Performa: Fantech NC12 disebut paling unggul untuk benchmark

Cons (yang Disebut)

  • “Banyak kipas” tidak otomatis berarti lebih dingin.
  • Cooling pad bisa tidak berguna jika airflow mengacaukan jalur pembuangan panas.
  • Blower belakang (Black Hole X10) bisa kurang efektif jika exhaust laptop juga di belakang.
  • Peltier (Iceer X11) terbatas karena base plastik dan gap kontak.

Perbandingan Utama yang Muncul

  • Jumlah kipas vs kesesuaian airflow Kipas sampai 13 tidak otomatis menang; yang menentukan adalah bagaimana udara masuk/keluar mengikuti jalur panas laptop.

  • Harga vs performa

    • Fantech NC12 (Rp 114K) bisa mengungguli banyak kompetitor.
    • Model lebih mahal (mis. Cooler Master ~Rp 459K) tetap bagus, tetapi tidak selalu paling efisien biaya.

Verdict / Rekomendasi Singkat

  • Untuk performa pendinginan terbaik berdasarkan uji: Fantech NC12 (Rp 114.000)
  • Untuk yang lebih seimbang dan CPU lebih dingin dengan desain simpel: Cooler Master NotePal XL2 (Rp 259.000)
  • Jika prioritas desain: Cooler Master Notep X3 atau Rexus DK Frost FP04 (sesuai selera)
  • Hindari pilihan yang airflow-nya tidak cocok dengan posisi exhaust laptop, misalnya blower belakang Black Hole X10 untuk laptop yang exhaustnya juga belakang.

Poin Unik per Produk (Daftar Singkat)

  • Cooler Master Notep X3 (Rp 409K): build tebal, 1 kipas besar, exhaust “jet-like”, juara design
  • Rexus DK Frost FP04 (Rp 399K): metal, adjustable ergonomic, 1 kipas RGB 10 mode, juara design
  • Fantech NC30 (Rp 379K): finishing rapi, kipas detachable magnet, juara design
  • Cooler Master NotePal X Elite 2: 0,7 kg, 2,8 cm, Rp 259K
  • Cooler Master NotePal CMC3: kipas 20 cm, 0,55 kg, tebal 5 cm, Rp 125K
  • Cooler Master NotePal I100: 2,3 cm, 0,69 kg, Rp 195K
  • Black Hole X10 (Rp 249K): blower, intake belakang (bisa kurang efektif tergantung posisi exhaust)
  • Snowbriis X13 (Rp 357K): 13 kipas, RGB, layar, adjustable height
  • Iceer X11 (Rp 335K): Peltier + 4 kipas, holder HP, dinilai kurang efektif (base plastik & gap)
  • Fantech NC12 (Rp 114K): 2 kipas kiri/kanan adjustable, juara performa
  • Cooler Master NotePal XL2 (Rp 259K): 1 kipas 14 cm, performa kompetitif
  • Cooler Master Ergo Stand Lightweight (Rp 459K): skor tinggi, suhu tengah, tetapi harga lebih mahal

Speaker / Pembicara

Hanya ada satu pembicara utama yang menjelaskan, melakukan penilaian kategori, dan membacakan hasil uji benchmark. Tidak ada pembagian pandangan dari beberapa narator.

Rate this summary

Your feedback will help improve summaries.

Improve this summary

Reprocess with a stronger model when the summary feels incomplete or inaccurate.

Pro

Translate summary in another language

Pro

Ask questions to this video

Chat for follow-up questions, clarifications, and source-backed answers.

Coming soon

Share this summary

Original video