Video summary

ANALISA IPO SAHAM EMMI PT ESA MEDIKA MANDIRI PERDAGANGAN BESAR ALAT LABORATORIUM DI KAWAL SAMA UW OD

Main summary

Key takeaways

Finance

Ringkasan IPO (PT Esa Medika Mandiri Tbk / kode emiten: EMI)

1) Profil bisnis & sektor

  • Perusahaan bergerak di perdagangan besar (wholesale) alat laboratorium, peralatan farmasi, dan alat kesehatan manusia (termasuk aktivitas distribusi/penjualan).
  • Jaringan operasional: 1 kantor pusat, 2 pabrik, dan 4 perwakilan tersebar di Indonesia.
  • Menyediakan produk & teknologi, serta after-sales untuk rumah sakit.
  • Disebut sebagai pemegang brand global (contoh brand yang disebut: Mentek—tercantum “Mentek executive in Indonesia”, memperkuat keberlanjutan bisnis).

2) Struktur penawaran umum (IPO) & jadwal

  • Kode emiten/penawaran: EMI
  • Jumlah saham ditawarkan: sekitar 52.857.228.570 lot (teks subtitle tampak tidak rapi; angka yang jelas terbaca: 30% sebagai porsi prioritas)
  • Offer price: Rp446–Rp515 per saham
  • Dana yang dihimpun (perkiraan): Rp233 miliar–Rp269 miliar

Jadwal kunci

  • Bookbuilding / masa penawaran: 22–24 Juni 2026
  • Public offering / masa pemesanan umum: 2–6 Juli 2026
  • Stock gathering / efek: ada tanggal 6 Juni 2026 (bagian ini tertulis kurang jelas)
  • Listing di BEI: 8 Juli 2026

Penjamin pelaksana emisi

  • BDI (tertulis kira-kira “BLI Dana Sekuritas”)
  • LB (tertulis kira-kira “LB Inas Sekuritas Indonesia”)

Catatan: penulisan di subtitle tampak kacau; namun jelas ada dua pihak penjamin.

3) Rencana penggunaan dana IPO (use of proceeds)

Total dana dialokasikan:

  • Rp50 miliar: melunasi pokok pinjaman perusahaan (porsi paling kecil dari total, namun disebut sebagai tujuan utama “utang”).
  • ~11,8%: pengembangan bisnis melalui belanja modal (capex), termasuk pembangunan pabrik Cikupa.
  • ~68,7%: modal kerja (working capital), termasuk:
    • pembelian barang terkait proyek,
    • pembelian bahan baku/suplai.

Jika dana tidak cukup, perusahaan akan memakai kas internal dan/atau pendanaan eksternal dari bank/lembaga keuangan.

4) Struktur pemegang saham & kontrol

  • Kontrol: Surya Gunawan Wijaya (tetap ~30% disebut sebagai porsi pengendali).
  • Disebut ada pemegang lain sebelum IPO (contoh yang disebut): Edi, Poyan/Polyan, Andre, Andrian, serta skema “untuk karyawan (employees)”.

5) Lock-up / pembatasan transaksi saham pra-IPO (disclosure aturan)

Dirujuk aturan POJK No. 25 Tahun 2017:

  • Pihak yang membeli saham dengan harga/konvensi di bawah harga IPO dalam 6 bulan sebelum pendaftaran ke OJK, tidak boleh mentransfer sebagian/seluruh saham sampai:
    • 8 bulan setelah “pernyataan pendaftaran” efektif.

Tertulis juga contoh pembatasan berbasis individu (mis. Suya Gunawan): tidak boleh menjual/mentransfer selama 12 bulan (tanggal persetujuan disebut 26 Maret 2026, tetapi detailnya kurang rapi di teks subtitle).

6) Kondisi keuangan (narasi tren)

  • Tren 2023 → 2024 meningkat, dan 2025 cenderung turun pada beberapa sisi neraca:
    • Total aset: naik kuat dari 2023 ke 2024 (disebut “hampir 100%”), lalu turun di 2025.
    • Liabilitas: meningkat dari tahun ke tahun (2023–2024 naik, 2025 juga naik).
    • Ekuitas: disebut meningkat tiap tahun, dengan kenaikan besar pada 2024.

Laba rugi (P&L)

  • Net sales: naik 2023–2024, dan naik cukup signifikan di 2025.
  • Beban pokok/principal burden: meningkat juga.
  • Laba bersih: naik 2023–2024 dan cukup signifikan di 2025.

7) Kebijakan dividen (dividend policy)

  • Mulai tahun buku berakhir 2027 dan seterusnya:
    • manajemen berniat membayar dividen tunai maksimal 30% dari laba bersih tahun berjalan.

8) Valuasi IPO yang disorot (kelipatan & metrik)

Estimasi tahun 2025 pada dua skenario harga:

Skenario harga Rp446

  • P/E: 5,36x
  • P/B: 23,96x
  • P/S: tertulis tidak rapi/tercampur (konteks terlihat sekitar 6,19x, tetapi baris lain juga tercampur)
  • ROE: 83,21%
  • ROA: 22,37%
  • EPS growth / kelipatan EPS: 18,61%
  • Alokasi EPS/shares: jumlah saham beredar penuh disebut 1,7 miliar
  • Ada metrik lain yang tertulis tidak konsisten: “delit 289,23%” (kemungkinan metrik return lain; teks tidak seragam)

Skenario harga Rp515

  • P/E: 6,19x
  • P/B: 27,67x
  • ROE: 83,21%
  • ROA: 22,37%
  • EPS growth: 18,61%

Metrik lain yang disebut (angka besar, teks tampak campur)

  • BP: 83,21%
  • delit: 289,23%
  • O: 22,37%
  • EPS: 18,61%

Kesimpulan valuasi dari pembicara

  • Disebut “agak mahal” karena harga Rp400–Rp500 dianggap tinggi dibanding metrik kelipatan.
  • Pembicara membandingkan: “kalau harga di 100/150/200 mungkin oke”.
  • Disebut juga bahwa pada sebagian metrik, hasilnya “hampir sama” dengan PBP (indikasi tidak terlalu jauh antar skenario).

9) Kesimpulan opini & rekomendasi tersirat

  • Kinerja historis EMI (2023–2025) disebut meningkat dari sisi penjualan dan laba tahun berjalan.
  • Penggunaan dana dinilai menarik karena ada porsi untuk pelunasan pokok utang (Rp50 miliar), sementara sisanya dominan untuk modal kerja dan capex (pabrik Cikupa).
  • Namun dari sisi valuasi, pembicara menilai IPO kurang menarik dibanding beberapa IPO lain yang disebut:
    • “kurang menarik daripada Poli dan Andawet(nama/ticker pembanding tidak jelas terbaca pada subtitle, dan tidak ada ticker yang tegas terlihat).

Saran yang tersirat:

  • penonton diminta analisis ulang sebelum ikut,
  • pertimbangkan apakah ikut IPO EMI atau skip,
  • tetap dianalisis meski menurut pembicara “masih ok”.

Tidak ada disclaimer eksplisit “bukan nasihat keuangan” di subtitle, namun narasi opini disampaikan sebagai penilaian personal.


Tickers / instrumen / entitas yang disebut

  • EMI (PT Esa Medika Mandiri Tbk) — fokus utama
  • MIT code” disebut sebagai kode lain untuk EMI (kemungkinan kesalahan subtitle)
  • Bank Ina Perdana Tbk — muncul dalam konteks perjanjian kredit/restriksi
  • BEI — sebagai lokasi listing
  • Mentek — disebut sebagai brand global (bukan ticker)

(Tidak ada ETF/obligasi/komoditas/kripto yang jelas terbaca.)


Metodologi/kerangka analisis yang disebut

Pembicara menggunakan pendekatan berbasis:

  • Rasio valuasi pada skenario harga IPO (Rp446 vs Rp515), termasuk P/E dan P/B serta metrik persentase (mis. ROA/ROE).
  • Analisis use of proceeds:
    • pelunasan pokok utang,
    • belanja modal (capex),
    • modal kerja.
  • Review tren laporan keuangan:
    • net sales dan laba bersih,
    • tren aset/liabilitas/ekuitas.

Presenters / sumber

  • Presenter: tidak disebutkan namanya di subtitle.
  • Rujukan aturan:
    • POJK No. 25 Tahun 2017 (untuk lock-up/restriksi),
    • konteks regulasi & listing: OJK/BEI.
  • Nama institusi yang disebut: PT Bank Ina Perdana Tbk.
  • Dua penjamin emisi: tertulis (kurang rapi) “Dana Sekuritas” dan “Inas Sekuritas Indonesia”.

Original video